Kalender Islam Global

Kalender Islam Global adalah kalender islam yang berlaku secara global dan seharusnya bisa digunakan bersama oleh semua negara islam atau kaum muslimin di seluruh dunia. Dasar penetapan kalender islam global adalah perhitungan kemungkinan dilihatnya hilal atau bulan sabit awal bulan hijriyah di mana saja di dunia dalam satu hari yang sama. Dengan demikian, satu tanggal kalender hijriyah global hanya memiliki satu hari yang sama di seluruh dunia. Misalnya, jika pada petang hari Kamis bulan sabit diperhitungkan atau diperkirakan terlihat di mana saja di muka bumi, maka keesokan harinya, yaitu hari Jum'at, telah masuk bulan hijriyah yang baru. Semua negara memasuki bulan hijriyah yang baru pada hari Jum'at meskipun di negara tersebut bulan sabit tidak terlihat sebelumnya.

Kriteria Kalender Islam Global - 1978

Upaya penyatuan kalender islam sudah dilakukan sejak lama. Pada tahun 1978, di Turki, berlangsung konferensi antar negara-negara islam yang membahas masalah ini. Kesepakatan telah diperoleh saat itu untuk menenentukan kriteria bagi sebuah kalende islam global. Berdasarkan data-data astronomis dan kajian ilmiah mengenai kapan bulan sabit pertama kali bisa dilihat (imkan rukyat) tercapailah satu kesepakatan kriteria masuknya bulan hijriyah yang baru. Kriteria 1978 ini adalah: jika pada saat maghrib di mana saja di dunia:

  • 1. Jarak sudut bulan dan matahari lebih atau sama dengan 8 derajat, DAN.
  • 2. Ketinggian bulan di atas ufuk lebih atau sama dengan 5 derajat.

maka bulan hijriyah baru bisa dimulai keesokan harinya.

Namun sayang, hingga sekarang tidak banyak negara islam yang melaksanakan kesepakatan ini. Hanya negara Turki dan Dewan Riset dan Fatwa Eropa (diketuai Dr. Yusuf Qardhawi) yang memakai kriteria ini dalam penyusunan kalender hijriyah.

Kriteria Kalender Islam Global Lainnya

Beberapa ulama dan ilmuwan pada beberapa dekade terakhir mencoba pula menawarkan solusi atau kriteria kalender islam global. Ada yang menawarkan mengikuti saja kalender yang ditetapkan oleh Arab Saudi, Kalender Ummul Qura. Dewan Fiqih Amerika Utara termasuk yang mengadopsi kriteria ini. Alasan ilmiah yang digunakan adalah memastikan bulan sabit akan terlihat di wilayah Amerika Utara jika telah memenuhi kriteria Ummul Qura.

Ada yang mencoba membagi wilayah bumi menjadi wilayah barat dan timur berdasarkan letak geografis: Benua Amerika dan Amerika Selatan dalam satu wilayah barat, sementara Eropa, Afrika, Asia dan Australia sebagai satu kesatuan wilayah timur. Bila bulan sabit terlihat di satu wilayah, maka bulan hijriyah baru akan berlaku untuk semua negara islam di wilayah tersebut.

Kalender Islam Global Usulah Khalid Shaukat

Kalender Islam Global dalam situs web Alhabib ini sebelumnya dibuat berdasarkan usulan kriteria sederhana yang dirumuskan oleh Dr. Khalid Shaukat dari Moonsighting.com. Kriteria yang dipakai memanfaatkan informasi kapan bulan baru astronomis terjadi setiap bulan (waktu ijtima' atau konjungsi geosentris). Data waktu konjungsi ini sudah gampang diperoleh dan bisa dihitung dengan perhitungan yang tidak terlalu rumit. Jika konjungsi terjadi sebelum jam 12:00 UT (GMT) maka esok hari masuk bulan hijriyah yang baru. Artinya, jika bulan telah lahir secara astronomis sebelum jam 24:00 pada bujur 180 timur (pada IDL - International Date Line - Garis Batas Tanggal Internasional), maka esok harinya adalah bulan islam yang baru. Kriteria ini memastikan bahwa bulan sabit telah berumur minimum 12 jam saat berada di wilayah bujur 180 barat (Amerika dan Pasifik) dan kemungkinan bisa terlihat di wilayah tersebut pada petang hari itu.

Pada bulan Agustus 2016, kalender islam global pada situs ini dibuat berdasarkan kemungkinan terlihatnya hilal secara global dengan memperhatikan wilayah daratan yang banyak dihuni manusia. Jika kriteria Shaukat di atas tidak memperdulikan apakah bulan sabit terlihat di daratan atau di lautan luas yang minim orang, maka kalender islam pada situs ini sekarang disempurnakan dengan memasukkan faktor ini. Pada prakteknya, wilayah yang dihilangkan dari perhitungan adalah wilayah lautan Pasifik di sebelah barat benua Amerika. Jika bulan sabit diprediksi bisa terlihat dengan bantuan alat optis HANYA di wilayah lautan tersebut, maka bulan hijriyah baru belum masuk. Hal ini dilakukan agar kalender islam di situs ini lebih bersesuaian dengan bukti fisik terlihatnya hilal berupa foto atau laporan rukyatul hilal dengan mata.

Kasus 1 Syawal 1437 H yang baru lalu, menunjukkan penerapan prinsip ini. Hanya Turki yang berlebaran pada 5 Juli 2016 karena memang menurut prediksi visibilitas, hilal bisa dilihat di lautan Pasifik sebelah barat benua Amerika pada petang hari 4 Juli 2016. Namun, tidak ada laporan rukyatul hilal atau foto hilal dari tanggal tersebut. Alhasil, hampir seluruh negara islam dan kaum muslimin lainnya ber-Idul Fitri pada 6 Juli 2016.

Peta Visibilitas Hilal Global

Sejalan dengan usaha membuat kalender islam global, para ilmuwan juga mengembangkan perangkat prediksi yang bisa memperhitungkan kapan dan di mana saja bulan sabit bisa dilihat pada suatu senja (saat matahari tenggelam) di seluruh belahan dunia. Perangkat ini bisa menampilkan wilayah mana di muka bumi yang kemungkinan bisa melihat bulan sabit penanda masuknya bulan hijriyah yang baru. Salah satu contohnya adalah HilalMap pada situs Alhabib ini.

Pengubah Kalender Masehi ke Hijriyah

Ingin mengetahui tanggal masehi sama dengan tanggal berapa dalam kalender hijriyah? Silakan kunjungi halaman Pengubah Penanggalan Hijriyah.

Download Kalender Islam berdasarkan Sistem Global:

Silakan kunjungi tautan di atas untuk melihat ketersediaan format kalender yang dapat diunduh atau dicetak.

Bagaimana layanan ini menurut anda?

Komentari!

© 2008 - 2017 alhabib | RSS | Blog | Hubungi | Oleh Habib bin Hilal |

street